April 1, 2026
Jurnal Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Redaksi
  • Agenda Budaya
  • Lintas Budaya
  • Megapolitan
  • Nasional
  • Regional
  • Internasional
  • Gaya Hidup
  • Home
  • Redaksi
  • Agenda Budaya
  • Lintas Budaya
  • Megapolitan
  • Nasional
  • Regional
  • Internasional
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Redaksi
  • Agenda Budaya
  • Lintas Budaya
  • Megapolitan
  • Nasional
  • Regional
  • Internasional
  • Gaya Hidup
Home Tradisi

Asal Usul Tradisi Halal bi Halal di Indonesia

Redaksi by Redaksi
31 Maret 2026
in Tradisi
0
Asal Usul Tradisi Halal bi Halal di Indonesia

BhagasasiNews– Tradisi halal bi halal bukan sekadar kegiatan saling bersalaman setelah Idul Fitri. Lebih dari itu, halal bi halal merupakan warisan budaya khas Indonesia yang sarat makna persaudaraan, kebersamaan, dan semangat memulai lembaran baru setelah sebulan penuh menjalani Ramadan.

Berbeda dengan tradisi keagamaan di negara lain, istilah halal bi halal tumbuh dari kearifan lokal masyarakat Indonesia yang memadukan nilai-nilai Islam dengan budaya silaturahmi.

BACA JUGA

Keberanian Masyarakat Dayak Lewat Tari Mandau  ‎

Niki Paleg, Potong Jari Ala Suku Dani

Tradisi ini menjadi momentum untuk mencairkan hubungan yang sempat renggang, menyatukan kembali perbedaan, serta menguatkan ikatan persaudaraan.

Dalam buku Menelisik Hakikat Silaturahim, Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa istilah halal bi halal berasal dari kata halla–yahillu yang memiliki makna menyelesaikan, mencairkan, dan saling mengampuni.

Makna tersebut kemudian berkembang menjadi tradisi silaturahmi setelah Idul Fitri sebagai simbol kebersihan hati dan kemenangan spiritual.

Jika silaturahmi dapat dilakukan kapan saja, halal bi halal memiliki makna khusus karena dilakukan setelah Ramadan. Di momen ini, setiap orang diajak membuka hati, melepas ego, dan saling memaafkan agar hubungan kembali hangat dan harmonis.

Menariknya, sejarah halal bi halal bermula dari kalangan pemuda Masjid Kauman Yogyakarta pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Saat itu, mereka ingin merangkum semangat Idul Fitri dengan kondisi bangsa yang sedang membangun persatuan.

Dari gagasan tersebut lahirlah istilah halal bi halal, yang mengandung makna saling memaafkan dan merangkul kembali semua pihak tanpa memandang perbedaan.

Semangat ini sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW yang mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dan menghindari permusuhan. Halal bi halal menjadi momentum untuk menghapus prasangka, mempererat hubungan, serta membangun kembali kebersamaan yang sempat terputus.

Seiring waktu, tradisi halal bi halal berkembang luas dan menjadi budaya khas Indonesia. Dari keluarga kecil hingga instansi besar, dari desa hingga kota, semua menjadikan halal bi halal sebagai sarana memperkuat kebersamaan.

Bahkan tradisi ini kini mulai dikenal di berbagai negara melalui diaspora masyarakat Indonesia.
Halal bi halal tidak membutuhkan kemewahan. Cukup dengan berjabat tangan, tersenyum, dan saling memaafkan, hubungan yang sempat renggang bisa kembali erat. Di situlah kekuatan tradisi ini — sederhana, namun penuh makna.

Pada akhirnya, halal bi halal bukan hanya tradisi tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan empati, dan meneguhkan kembali bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk tetap bersaudara. Karena dalam kebersamaan, kita menemukan kekuatan untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.( fitri)

https://jurnalbudaya.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260331-WA0001.mp4

Post Terkait

Keberanian Masyarakat Dayak Lewat Tari Mandau   ‎
budaya

Keberanian Masyarakat Dayak Lewat Tari Mandau  ‎

4 Agustus 2025
9
Niki Paleg, Potong Jari Ala Suku Dani
budaya

Niki Paleg, Potong Jari Ala Suku Dani

30 Juli 2025
5
‎Kerik Gigi, Tradisi Unik Perempuan Mentawai   ‎
budaya

‎Kerik Gigi, Tradisi Unik Perempuan Mentawai  ‎

29 Juli 2025
13
Sumpit, Senjata Tradisional Dayak nan Mematikan   ‎
Tradisi

Sumpit, Senjata Tradisional Dayak nan Mematikan  ‎

21 Juli 2025
5
Gedebung Sampan, Olahraga Unik Khas Bondowoso 
Olahraga

Gedebung Sampan, Olahraga Unik Khas Bondowoso 

21 Juli 2025
2
Wow, Menangkap Udang Sembari Berkuda
Tradisi

Wow, Menangkap Udang Sembari Berkuda

18 Juli 2025
2

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Harumkan Nama Bengkulu, Izzatul Azizah,  Ukir Prestasi di Dua Kategori  Pada Kejuaraan Pencak Silat Smamuda Festival Championship Se-Malang Raya

    Harumkan Nama Bengkulu, Izzatul Azizah,  Ukir Prestasi di Dua Kategori  Pada Kejuaraan Pencak Silat Smamuda Festival Championship Se-Malang Raya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Dilantik, Mulyadi Mandai S.Sos Nahkodai IKSMB Periode 2025 – 2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Semangat Hera Juliawati Promosikan Olahraga Taekwondo Virtual di Kabupaten Bekasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Elly Sri Pujianti Tuntaskan 32 Tahun Pengabdian di PWI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang-Orang Berengsek di Tarumanegara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Follow Our Social Media

Informasi

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Alamat

Jalan Veteran II No 7 C Gambir , Jakarta 10110

Kontak

  • Email : Elly@jurnalbudaya.com
  • Redaksi : 021 87983445

Copyright © 2023 | jurnalbudaya.com 

No Result
View All Result
  • Home
  • Redaksi
  • Agenda Budaya
  • Lintas Budaya
  • Megapolitan
  • Nasional
  • Regional
  • Internasional
  • Gaya Hidup

Copyright © 2024 jurnalbudaya.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In