Maret 26, 2026
Jurnal Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Redaksi
  • Agenda Budaya
  • Lintas Budaya
  • Megapolitan
  • Nasional
  • Regional
  • Internasional
  • Gaya Hidup
  • Home
  • Redaksi
  • Agenda Budaya
  • Lintas Budaya
  • Megapolitan
  • Nasional
  • Regional
  • Internasional
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Redaksi
  • Agenda Budaya
  • Lintas Budaya
  • Megapolitan
  • Nasional
  • Regional
  • Internasional
  • Gaya Hidup
Home budaya

Baburu Kandiak : Tradisi & Hobby yang Mengancam Nyawa 

Redaksi by Redaksi
8 Juni 2025
in budaya, Tradisi
0
Baburu Kandiak : Tradisi & Hobby yang Mengancam Nyawa 

‎BERBURU BABI atau yang sering disebut “baburu kandiak atau ciliang,” adalah tradisi yang telah mengakar di berbagai nagari di Sumatera Barat.

‎Awalnya, kegiatan ini dilakukan untuk melindungi kebun dari serangan hama.

BACA JUGA

Rang Chaniago, Pewaris Demokrasi Alam Minangkabau  ‎

Sedekah Laut, Tradisi Sakral di Pantai Selatan 

Namun seiring berjalannya waktu, berburu babi telah menjadi hobi yang melekat pada masyarakat, terutama para pria di daerah tersebut.

‎Ada kepuasan tersendiri dalam berburu, terutama ketika babi buruan berhasil ditemukan oleh anjing peliharaan yang digunakan untuk memburu babi bersangkutan.

‎Babi hutan bagi warga Sumatera Barat, memang dianggap sebagai hama karena sering merusak ladang dan tanaman milik warga.

Oleh karena itu, masyarakat berinisiatif melakukan kegiatan berburu babi sebagai solusi untuk melindungi lahan pertanian mereka.

‎Aktivitas berburu babi, tidak dilakukan setiap hari. Biasanya, tradisi ini diadakan pada hari Minggu dengan lokasi yang selalu berganti, dari satu tempat ke tempat lainnya sesuai dengan kesepakatan para pemburu.

‎Kegiatan berburu dilakukan untuk mengendalikan populasi babi, tetapi lebih dari itu, ini adalah bagian dari warisan budaya yang harus dipertahankan.

‎Tak hanya babi, hasil buruan juga bermacam-macam. Mulai dari rusa, kambing hutan hingga landak.

‎Kegiatan ini juga menjadi ajang berkumpul, mempererat silaturahmi, dan mengembangkan kearifan lokal dalam mengatasi masalah lingkungan.

Bahkan aktivitas ini telah memiliki organisasi tersendiri yang dikenal sebagai Persatuan Olahraga Buru Babi Indonesia (Porbbi).

‎Kadang-kadang, komunitas itu juga menjadikan perburuan sebagai lomba yang turut mempengaruhi geliat ekonomi masyarakat sekitar.

‎Kegiatan itu, mampu mendatangkan ribuan orang ke tempat berlangsungnya acara.

Mereka yang datang tidak hanya dari Sumbar tapi juga dari Jambi, Bengkulu dan lainnya.

‎Berburu babi bukanlah kegiatan tanpa risiko. Mengingat, tradisi ini dilakukan di hutan belantara, ancaman hewan buas sering mengintai para pemburu.

‎Kehadiran binatang buas seperti ular, beruang, harimau dan sebagainya , bukanlah sesuatu hal yang diinginkan setiap pemburu.

‎Namun, terkadang inilah realita yang harus dihadapi para pegiat kegiatan ini. (ted)

‎

‎

‎

Tags: Buru babiBuru kandiakPorbi

Post Terkait

Rang Chaniago, Pewaris Demokrasi Alam Minangkabau   ‎
budaya

Rang Chaniago, Pewaris Demokrasi Alam Minangkabau  ‎

18 September 2025
8
Sedekah Laut, Tradisi Sakral di Pantai Selatan 
budaya

Sedekah Laut, Tradisi Sakral di Pantai Selatan 

5 Agustus 2025
17
‎Catat, Ini Bahasa yang Paling Banyak Digunakan di Dunia   ‎
budaya

‎Catat, Ini Bahasa yang Paling Banyak Digunakan di Dunia  ‎

4 Agustus 2025
5
Keberanian Masyarakat Dayak Lewat Tari Mandau   ‎
budaya

Keberanian Masyarakat Dayak Lewat Tari Mandau  ‎

4 Agustus 2025
9
Niki Paleg, Potong Jari Ala Suku Dani
budaya

Niki Paleg, Potong Jari Ala Suku Dani

30 Juli 2025
5
Kabau Padati, Kendaraan Tradisional yang Mulai Ditelan Zaman   ‎
budaya

Kabau Padati, Kendaraan Tradisional yang Mulai Ditelan Zaman  ‎

30 Juli 2025
10
Next Post
Lantunan Syair & Makna dari Tari Maengket   ‎

Lantunan Syair & Makna dari Tari Maengket  ‎

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Harumkan Nama Bengkulu, Izzatul Azizah,  Ukir Prestasi di Dua Kategori  Pada Kejuaraan Pencak Silat Smamuda Festival Championship Se-Malang Raya

    Harumkan Nama Bengkulu, Izzatul Azizah,  Ukir Prestasi di Dua Kategori  Pada Kejuaraan Pencak Silat Smamuda Festival Championship Se-Malang Raya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Dilantik, Mulyadi Mandai S.Sos Nahkodai IKSMB Periode 2025 – 2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Semangat Hera Juliawati Promosikan Olahraga Taekwondo Virtual di Kabupaten Bekasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Elly Sri Pujianti Tuntaskan 32 Tahun Pengabdian di PWI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang-Orang Berengsek di Tarumanegara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Follow Our Social Media

Informasi

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Alamat

Jalan Veteran II No 7 C Gambir , Jakarta 10110

Kontak

  • Email : Elly@jurnalbudaya.com
  • Redaksi : 021 87983445

Copyright © 2023 | jurnalbudaya.com 

No Result
View All Result
  • Home
  • Redaksi
  • Agenda Budaya
  • Lintas Budaya
  • Megapolitan
  • Nasional
  • Regional
  • Internasional
  • Gaya Hidup

Copyright © 2024 jurnalbudaya.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In