JURNALBUDAYA- Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat di sela-sela latihan atlet taekwondo. Tidak hanya para atlet yang berlatih dengan penuh semangat, para orang tua khususnya para ibu juga memanfaatkan waktu menunggu dengan kegiatan sederhana namun bermakna, yakni makan bersama dengan membawa masakan dari rumah masing-masing.
Kegiatan tersebut berlangsung di area latihan taekwondo yang dipenuhi canda dan keakraban. Beberapa ibu terlihat menggelar tikar sederhana, lalu mengeluarkan berbagai hidangan yang telah disiapkan dari rumah. Mulai dari nasi, lauk pauk, sayur, hingga camilan tradisional tersaji di tengah kebersamaan.
Tanpa sekat, para ibu saling berbagi makanan dan cerita. Suasana yang awalnya hanya menunggu latihan berubah menjadi momen kekeluargaan yang hangat. Canda tawa pun terdengar, menciptakan suasana nyaman bagi semua yang hadir.
Salah satu orang tua atlet, Ibu Dudung, mengaku kebersamaan tersebut membuat waktu menunggu terasa lebih menyenangkan.
“Biasanya kami hanya duduk menunggu anak latihan, tapi sekarang kami membawa makanan dari rumah lalu makan bersama. Rasanya lebih akrab dan hangat, seperti keluarga sendiri. Selain itu juga lebih hemat karena tidak perlu membeli makanan di luar,” ujarnya sambil tersenyum.
oo
Menurutnya, kegiatan sederhana tersebut juga mempererat hubungan antar orang tua atlet. Mereka dapat saling mengenal lebih dekat, berbagi pengalaman, serta saling mendukung perkembangan anak-anak yang sedang berlatih.
Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Yasir. Ia mengatakan kebersamaan seperti ini jarang ditemukan di tempat lain, sehingga menjadi momen yang sangat berharga.
“Kami jadi lebih kompak dan saling mengenal. Anak-anak juga senang melihat orang tuanya akrab. Ini membuat suasana latihan jadi lebih nyaman dan penuh kekeluargaan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan makan bersama ini tidak direncanakan secara formal, melainkan muncul secara spontan dari kebiasaan saling berbagi. Seiring waktu, kegiatan tersebut menjadi rutinitas yang dinantikan setiap kali latihan berlangsung.
Kebersamaan ini juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para atlet muda. Dengan melihat orang tua yang kompak dan penuh semangat, anak-anak pun semakin termotivasi untuk berlatih lebih giat dan meraih prestasi.
Selain itu, kegiatan sederhana ini juga memperlihatkan bahwa olahraga tidak hanya membangun prestasi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar keluarga. Kehangatan yang terjalin di antara para orang tua menjadi energi positif bagi seluruh tim taekwondo.
Momen kebersamaan ini diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi tradisi positif di setiap kegiatan latihan. Karena di balik semangat para atlet muda, ada dukungan besar dari orang tua yang selalu hadir, tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai keluarga yang saling menguatkan.( adistu)







