Maret 26, 2026
Jurnal Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Redaksi
  • Agenda Budaya
  • Lintas Budaya
  • Megapolitan
  • Nasional
  • Regional
  • Internasional
  • Gaya Hidup
  • Home
  • Redaksi
  • Agenda Budaya
  • Lintas Budaya
  • Megapolitan
  • Nasional
  • Regional
  • Internasional
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Redaksi
  • Agenda Budaya
  • Lintas Budaya
  • Megapolitan
  • Nasional
  • Regional
  • Internasional
  • Gaya Hidup
Home budaya

‎Kerik Gigi, Tradisi Unik Perempuan Mentawai  ‎

Redaksi by Redaksi
29 Juli 2025
in budaya, Tradisi
0
‎Kerik Gigi, Tradisi Unik Perempuan Mentawai   ‎

‎Tradisi menjadi suatu bagian yang tak terpisahkan dari suatu kelompok masyarakat karena telah menjadi kebiasaan yang dilakukan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Sebagai negara yang dihuni oleh beragam suku menjadikan Indonesia kaya akan berbagai macam tradisi unik.

BACA JUGA

Rang Chaniago, Pewaris Demokrasi Alam Minangkabau  ‎

Sedekah Laut, Tradisi Sakral di Pantai Selatan 

‎Salah satu suku yang masih memegang erat tradisinya adalah suku Mentawai.

Dilansir dari Jurnal Tradisi Tato, neruncingkan Gigi pada Wanita Suku Mentawai dalam Perspektif Tindakan Sosial karya Nunung Andriani, Suku yang menduduki kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki sebuah tradisi unik yaitu meruncingkan atau mengerik gigi dan bertato bagi para Wanita.

‎Jika biasanya seorang wanita yang ingin terlihat cantik dengan cara merawat wajah dan menjaga bentuk tubuhnya, namun hal berbeda terjadi pada perempuan di suku Mentawai.

Mereka mempercantik diri dengan meruncingkan gigi dan membuat tato di tubuhnya.

‎Masyarakat suku Mentawai percaya bahwa untuk mendapatkan kebahagiaan dalam jiwa harus diikuti dan sejalan dengan bentuk tubuh.

‎Mereka percaya bahwa mengerik gigi dapat menambah aura kecantikan dan melambangkan kedewasaan seorang wanita.

Bagi suku Mentawai, seorang wanita dapat dikatakan cantik apabila telah memenuhi tiga kriteria, yakni memiliki telinga yang panjang, tubuh yang berhiaskan tato, dan gigi yang runcing.

‎Keinginan jiwa dalam memenuhi standar kecantikan yang sebenarnya bagi seorang wanita adalah agar setiap langkahnya dapat memberikan pesona bagi para lelaki yang melihatnya.

Sehingga tradisi kerik gigi ini dimaknai sebagai salah satu perjuangan para wanita suku Mentawai dalam menemukan jati dirinya.

‎Proses kerik gigi wanita suku Mentawai dilakukan secara manual dengan alat dari besi yang telah diasah hingga tajam.

Proses meruncingkan gigi ini sangat menyakitkan karena dilakukan tanpa proses anestesi (bius) sama sekali.

‎Pengerikan gigi ini juga memakan waktu yang cukup lama sehingga butuh mental yang kuat dan tangguh bagi yang ingin melakukannya.

Namun meskipun terasa menyakitkan, tradisi ini masih dijaga erat oleh masyarakat Mentawai.

‎Tidak jarang para wanita menantikan prosesi peruncingan gigi ini dengan tujuan agar dapat terlihat cantik dan menawan dengan bentuk gigi mereka.

Biasanya prosesi ini diikuti oleh wanita yang akan menikah.

‎Suku Mentawai memaknai tradisi ini sebagai sikap untuk mengendalikan diri dari enam sifat buruk manusia yang telah lama tertanam atau disebut juga sebagai Sad Ripu, yang terdiri atas hawa nafsu (Kama), tamak (Lobha), marah (krodha), mabuk (Maba), iri hati (Matsarya), dan bingung (Moha). ***

‎

Tags: Mengerik gigiMeruncingkan gigiTradisi Mentawai

Post Terkait

Rang Chaniago, Pewaris Demokrasi Alam Minangkabau   ‎
budaya

Rang Chaniago, Pewaris Demokrasi Alam Minangkabau  ‎

18 September 2025
8
Sedekah Laut, Tradisi Sakral di Pantai Selatan 
budaya

Sedekah Laut, Tradisi Sakral di Pantai Selatan 

5 Agustus 2025
17
‎Catat, Ini Bahasa yang Paling Banyak Digunakan di Dunia   ‎
budaya

‎Catat, Ini Bahasa yang Paling Banyak Digunakan di Dunia  ‎

4 Agustus 2025
5
Keberanian Masyarakat Dayak Lewat Tari Mandau   ‎
budaya

Keberanian Masyarakat Dayak Lewat Tari Mandau  ‎

4 Agustus 2025
8
Niki Paleg, Potong Jari Ala Suku Dani
budaya

Niki Paleg, Potong Jari Ala Suku Dani

30 Juli 2025
5
Kabau Padati, Kendaraan Tradisional yang Mulai Ditelan Zaman   ‎
budaya

Kabau Padati, Kendaraan Tradisional yang Mulai Ditelan Zaman  ‎

30 Juli 2025
10
Next Post
Deretan Bandara Terbaik di Dunia  ‎

Deretan Bandara Terbaik di Dunia ‎

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Harumkan Nama Bengkulu, Izzatul Azizah,  Ukir Prestasi di Dua Kategori  Pada Kejuaraan Pencak Silat Smamuda Festival Championship Se-Malang Raya

    Harumkan Nama Bengkulu, Izzatul Azizah,  Ukir Prestasi di Dua Kategori  Pada Kejuaraan Pencak Silat Smamuda Festival Championship Se-Malang Raya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Dilantik, Mulyadi Mandai S.Sos Nahkodai IKSMB Periode 2025 – 2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Semangat Hera Juliawati Promosikan Olahraga Taekwondo Virtual di Kabupaten Bekasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Elly Sri Pujianti Tuntaskan 32 Tahun Pengabdian di PWI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang-Orang Berengsek di Tarumanegara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Follow Our Social Media

Informasi

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Alamat

Jalan Veteran II No 7 C Gambir , Jakarta 10110

Kontak

  • Email : Elly@jurnalbudaya.com
  • Redaksi : 021 87983445

Copyright © 2023 | jurnalbudaya.com 

No Result
View All Result
  • Home
  • Redaksi
  • Agenda Budaya
  • Lintas Budaya
  • Megapolitan
  • Nasional
  • Regional
  • Internasional
  • Gaya Hidup

Copyright © 2024 jurnalbudaya.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In